SEJARAH KEJU
Keju terbuat dari bahan baku susu, baik itu susu sapi, kambing atau
kerbau. Keju berasal dari wilayah Timur Tengah, lebih tepatnya di
wilayah sekitar perbatasan antara Irak, Syria dan Turki pada masa
sekarang. Bukti tertulis tentang kapan persisnya keju mulai dibuat
manusia sampai saat ini tidak ditemukan. Namun, sebagian sejarawan
meyakini bahwa keju sudah dikonsumsi manusia sejak 8.000 tahun yang
lalu.Keju ditemukan secara tidak sengaja. Susu yang terlalu lama disimpan dalam kantong-kantong yang terbuat dari lambung domba atau hewan ternak lain yang dikeringkan dan terkena matahari langsung berubah menjadi air yang pucat dan gumpalan-gumpalan putih, serta mengubah susu tersebut menjadi keju yang dikenal saat ini
- KANDUNGAN GIZI KEJU
Namun keju juga kaya akan lemak jenuh yang tidak sehat bagi tubuh. Apakah lemak jenuh keju ini meningkatkan resiko penyakit jantung masih belum terbukti, bahkan pada para konsumen keju terbanyak di Perancis dan Yunani sekalipun. Diyakini kebiasaan minum anggur merah oleh warga Perancis-lah yang menjadi faktor penetralisir kelebihan kalori dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Disarankan untuk membatasi konsumsi keju sebanyak 57 gr seminggu. Atau pilihlah jenis keju yang rendah/ bebas lemak atau keju kedelai atau almond.
- JENIS KEJU
Ricotta
Keju
Ricotta adalah keju segar dari Italia yang dibuat dari air dadih sisa
pembuatan keju lain yang dimasak lagi. Ricotta berasal dari kata bahasa
Latin yaitu "recocta" yang berarti "dimasak lagi". Keju ini diproduksi
di seluruh daerah di Italia. Ricotta dapat dimakan begitu saja ataupun
digunakan dalam lasagna, cannoli (kue dari Sisilia) dan
hidangan-hidangan lainnya. Keju ini memiliki rasa yang tidak terlalu
manis dengan tekstur yang lembut dan warna yang putih seperti salju.
Gruyère
Keju Emmental
Keju Cheddar
Keju Cheddar telah dibuat tiruannya secara luas, baik di Inggris, maupun di negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada, dan Islandia. Di sebagian besar negara-negara di dunia umumnya tersedia keju "Cheddar" dalam berbagai bentuk, mulai dari jenis keju Cheddar rendah lemak hingga keju Cheddar tua dan tinggi kadar lemak. Menurut standar perdagangan Eropa, hanya keju yang diproduksi dan berasal dari empat county di Barat Daya Inggris (Somerset, Devon, Dorset, dan Cornwall) yang dapat disebut/diberi label "West Country Farmhouse Cheddar" berdasarkan Perlindungan Indikasi Asal (PDO). Keju Cheddar juga merupakan salah satu keju yang paling umum tersedia dan digunakan di Indonesia sebagai bahan kue dan makanan.
Stilton
Keju Edam
Keju Edam memiliki rasa yang sangat lembut, sedikit asin atau terasa seperti kacang, keju ini juga tidak berbau bila dibandingkan keju lainnya. Keju ini juga memiliki kandungan lemak jauh lebih rendah dibandingkan keju tradisional lainnya sebanyak 28 persen dengan kandungan protein sebanyak 25 persen. Keju Edam yang modern jauh lebih lembut dibandingkan keju yang lain, seperti Keju Cheddar, karena kandungan lemaknya yang lebih rendah.
Manchego
Keju Gorgonzola
Gorgonzola adalah keju biru bertekstur lunak dari susu sapi yang di pasteurisasi yang berasal dari Italia. Jamur yang berwarna biru kehijau-hijauan ditambahkan pada keju ini sehingga rasanya menjadi tajam dan pedas. Keju Gorgonzola dibuat di sebuah desa di utara Italia yang bernama sama dengan keju ini. Keju ini biasanya dibungkus dengan kertas timah untuk menjaga kelembabannya. Warna Gorgonzola bervariasi dari putih hingga kuning jerami dengan urat-urat yang berwarna hijau atau biru kehijau-hijauan. Rasa dari keju ini bergantung pada lama pematangannya, semakin lama waktu pematangannya maka semakin tajam rasa keju tersebut.
Parmigiano-Reggiano / Keju Permesan
Parmigiano-Reggiano
adalah keju bertekstur keras dari susu sapi yang diproduksi di
daerah-daerah di Italia oleh pembuat keju yang tergabung dalam Consorzio Formaggio Parmigiano-Reggiano. Consorzio Formaggio Parmigiano-Reggiano
adalah suatu organisasi mandiri yang mengurusi produk susu. Keju ini
dibuat juga di negara-negara lain seperti Argentina, Australia, dan
Amerika Serikat dengan nama parmesan. Hanya keju yang dibuat di Italia yang dapat dinamakan Parmigiano-Reggiano.
Keju ini mendapatkan namanya dari daerah dimana keju tersebut diproduksi. Parmigiano berarti dari Parma dalam bahasa Italia. Sedangkan Reggiano merujuk pada daerah Reggio-Emilia. Keju ini diproduksi di beberapa daerah di Italia, antara lain adalah Bologna, Modena, Parma, Reggio Emilia, dan Montova.
Requefort
Roquefort adalah keju biru dari Perancis yang dibuat dengan susu domba mentah. Keju ini berasal dari Rouergue yang dahulu merupakan salah satu propinsi di negara Perancis. Untuk memenuhi permintaan, susu domba yang digunakan untuk membuat keju ini dapat diimpor dari Korsika ataupun Pyrenees. Keju Roquefort berbentuk silinder dengan diameter 19 sampai 20 sentimeter dan tinggi 10 hingga 99 sentimeter. Berat dari keju ini berkisar antara 2.5 hingga 3 kilogram. Keju ini tidak memiliki kulit dan bercorak abu-abu kehijauan akibat jamur yang digunakan pada proses pembuatannya. Cara tradisional dalam penggunaan jamur adalah dengan menaruh roti gandum hitam disebelah keju Roquefort. Roti tersebut didiamkan selama 70 hari sehingga menjadi kering dan berjamur. Kemudian roti tersebut digiling hingga menjadi bubuk halus dan ditaburkan pada dadih. Keju Roquefort dimatangkan selama tiga bulan dan prosesnya haruslah dilakukan di gua Roquefort-sur-Soulzon di daerah Midi-Pyrenees.
Fontina
Fontina adalah keju dari negara Italia yang dibuat dengan menggunakan susu sapi mentah. Keju Fontina dibuat di daerah pegunungan pada bulan Mei hingga September. Bagian dalam dari keju ini berwarna seperti jerami dengan lubang-lubang bulat berukuran kecil. Keju ini memiliki bentuk yang bundar dengan berat 8 hingga 18 kilogram. Keju Fontina memiliki rasa seperti kacang dengan sedikit rasa madu. Hidangan fondue dari Italia yang bernama Fonduta menggunakan keju Fontina sebagai bahan utamanya. Selain itu, keju Fontina juga digunakan sebagai olesan pada roti. Hal tersebut dikarenakan kualitas dari keju ini yang baik untuk dilelehkan. Fontina dimatangkan selama 3 bulan di dalam ruangan dengan suhu 6° sampai 10 °C dan kelembaban 90%.
Keju Gouda

Gouda (ejaan Inggris: [ˈɡaʊdə] atau ejaan Inggris: [ˈɡuːdə];, dari bahasa Belanda: Goudse kaas "Keju dari Gouda") adalah keju kuning yang dibuat dari susu sapi. Keju ini diambil namanya dari kota Gouda di Belanda, tetapi namanya tidak dilindungi dalam Perlindungan Indikasi Asal (PDO). Keju Gouda dibuat dan dipasarkan di seluruh dunia.
Havarti
Provolone
Provolone adalah keju jenis pasta filata yang berasal dari Italia. Keju ini memiliki berbagai bentuk, antara lain bentuk buah pir, melon atau kerucut. Tekstur keju ini semi-keras dengan kulit yang berwarna kuning keemasan. Provolone memiliki rasa yang manis namun apabila dimatangkan untuk waktu yang lama rasanya menjadi lebih tajam. Nama Provolone berasal dari kata dalam dialek Neapolitan yaitu prova yang lalu menjadi provola. Kata tersebut merujuk kepada bentuk dari keju Provolone yang seperti bola.
Halloumi
Halloumi adalah keju dari negara Siprus yang diasamkan dan dibuat dari susu domba atau kambing atau campuran dari keduanya. Susu sapi juga dapat digunakan untuk membuat halloumi. Rennet tidak digunakan dalam pembuatan keju ini. Halloumi memiliki tekstur yang berlapis dan rasa yang asin. Warna keju halloumi bervariasi mulai dari putih hingga kekuning-kuningan. Rasa asin pada keju ini dikarenakan air garam yang digunakan untuk mengawetkan keju tersebut. Seringkali halloumi ditambahkan dengan daun mint. Daun mint tidak hanya menambah rasa tetapi secara tradisional daun ini digunakan sebagai pengawet. Walaupun berasal dari Siprus, keju ini juga populer di Timur Tengah
- MANFAAT KEJUSelain rasanya yang enak, keju juga bermanfaat bagi kesehatan. Keju yang berbahan dasar susu secara umum memiliki kandungan seperti susu, tetapi ada beberapa kandungan lainnya. Simak manfaat keju bagi tubuh berikut:1. Kesehatan mataKeju mengandung banyak vitamin A yang sangat baik bagi kesehatan mata anda. Selain itu, vitamin A yang terkandung dalam keju membantu menjaga kesehatan kulit dan perlindungan dari infeksi.2. Membantu pertumbuhan gigi dan tulangKalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Keju mengandung kalsium yang cukup tinggi, sehingga baik bila dikonsumsi anak-anak, misalnya untuk membantu pertumbuhan gigi dan tulang serta membekukan darah pada luka sehingga luka cepat kering.3. Pembangun jaringan ototKeju juga mengandung protein yang cukup tinggi. Selain itu keju juga mengandung asam amino yang lengkap, misalnya jenis BCAAs (isoleucine, leucine, dan valine) sehingga berperan dalam sintesis protein untuk pembangun jaringan otot, metabolisme sel-sel tubuh, dan tulang.4. Membuat tidur lebih nyenyakMengonsumsi keju yang cukup akan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik, karena keju mengandung triptofan. Triptofan terbukti mampu mengurangi stres dan stabilisasi syaraf otak dan membantu berhenti mengkhawatirkan hal-hal aneh. Ini berarti bahwa jika mengonsumsi keju sebelum tidur maka akan membuat lebih mudah tertidur dan menghilangkan pikiran-pikiran aneh penyebab susah tidur.5. Membantu sintesa DNA dan menjaga fungsi syarafVitamin B2 yang terkandung dalam keju mempunyai peranan penting dalam metabolisme energi, dan diperlukan dalam metabolisme lemak, zat keton, karbohidrat dan protein. Jadi mengkonsumsi keju dapat membantu menjaga kesehatan dengan cara memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Keju juga mengandung vitamin B6 yang membantu metabolisme asam amino dan lemak, serta menjaga kesehatan kulit dan sistem syaraf. Sedangkan B12 (kobalamin) dalam keju adalah sebuah vitamin larut air yang berperan penting dalam berfungsi normalnya otak dan sistem syaraf, serta dalam pembentukan darah. Vitamin B12 mampu membantu pematangan sel-sel darah merah, membantu sintesa DNA dan menjaga fungsi syaraf.








0 komentar:
Posting Komentar